Pages

Meremas Payudara Bisa Mengurangi Resiko Kanker

Meremas Payudara Bisa Mengurangi Resiko Kanker

 Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut
Meremas Payudara Bisa Mengurangi Resiko Kanker,- Payudara adalah bagian seksual wanita yang sangat sensitif ketika disentuh. Dibalik kulit payudara terdapat banyak sekali ujung saraf, sehingga menyentuh atau meremas payudara akan memberikan kenikmatan seksual bagi wanita. Namun tahukah Anda, ternyata meremas payudara secara rutin juga dapat mencegah kanker payudara. Berdasarkan penelitan, meremas payudara secara rutin dan berkala dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Fakta, Meremas Payudara Dapat Mencegah Kanker Payudara

Meremas payudara dapat mencegah kanker payudara. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh penelitian yang dilakukan di Universitas Berkeley, AS. Wanita yang bersedia meluangkan waktunya untuk meremas payudara secara rutin, akan memberi manfaat nyata bagi kesehatannya. Ya, meremas lembut payudara akan membuat sel-sel abnormal yang tumbuh ganas dan berpotensi kanker akan melunak dan tumbuh normal kembali. Getaran seksual yang dirasakan saat meremas payudara juga dapat melancarkan peredaran darah sehingga kemungkinan risiko kanker sangat kecil.

Selain meremas payudara, menyusui bayi atau memberi ASI kepada bayi juga dapat mengurnagi risiko kanker payudara. Berdasarkan sebuah studi besar, wanita yang aktif menyusui selama sekitar satu tahun secara reguler akan mengurangi risiko sebesar 50% terhadap kanker payudara.

Harus Dilakukan Dengan Cara Yang Benar

Teknik meremas payudara untuk mencegah kanker tidak sembarangan. Remasan atau pijatan harus lembut dan jangan terlalu cepat dan kasar. Sebagai wanita Anda dapat meremas payudara Anda sendiri (Self Care Breast Massage) atau meminta pasangan untuk meremas payudara Anda. Meremas payudara dapat menstimulasi produksi getah bening dan mengalirkan darah dengan lancar ke payudara. Ini dapat mengganggu pertumbuhan sel kanker.

Kanker payudara adalah pembunuh berdarah dingin bagi sebagian besar kematian wanita akibat kanker. Seperti kebanyakan kanker, jika tidak terdeteksi dan mendapat perawatan sejak dini, kanker payudara akan sangat mengancam nyawa penderitanya. Untuk itu sangat penting melakukan tindakan pencegahan, salah satunya dengan meremas payudara. Anda juga dapat menggunakan cara lain sebagai tindakan pencegahan kanker payudara.

Kanker Payudara Pada Pria, Jarang Namun Lebih Berbahaya

Kanker Payudara Pada Pria, Jarang Namun Lebih Berbahaya

 Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut
Kanker Payudara Pada Pria, Jarang Namun Lebih Berbahaya,- Peneliti mengatakan bahwa pria jarang terkena kanker payudara, namun mereka yang terkena kebanyakan tidak akan bisa bertahan lebih lama dari wanita. Ini karena mereka tidak sadar bahwa mereka juga bisa memiliki kanker payudara dan selalu terlambat dalam mengetahuinya.

Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata wanita bisa hidup hingga dua tahun lebih lama dari pria yang terkena kanker payudara.

Penelitian membuktikan bahwa tumor pada payudara pria lebih besar dan lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh. Pria juga didiagnosa memiliki kemungkinan hidup yang lebih rendah daripada wanita.

Banyak pria yang tidak menyadari bahwa mereka bisa terkena kanker payudara, dan terkadang dokter juga tidak mengetahuinya, dan seringkali melewatkan tanda-tanda kanker yang biasanya akan langsung menjadi tanda bahaya pada wanita.

"Kanker payudara sangat tidak umum terjadi pada pria dan seringkali terlewat dari pemeriksaan," kata Dr Winchester, seorang ahli bedah kanker payudara di NorthShore University HealthSystem, Chicago.

Peneliti menganalisa data nasional pada kasus kanker payudara selama tahun 1997 - 2007. keseluruhan pasien pria yang terkena kanker payudara sebanyak 13.475 orang sementara pasien wanita sebanyak 1,4 juta orang. Penelitian menunjukkan bahwa pria bisa hidup hingga delapan tahun setelah didiagnosa, sementara wanita bisa hidup hingga 10 tahun. Namun penelitian ini tidak menyatakan apakah kematian pasien tersebut disebabkan oleh kanker atau tidak.

Beberapa dokter mengatakan bahwa tumor pada pria kemungkinan berbeda secara biologis dengan yang ada pada wanita. Pria dengan kanker payudara stadium awal memiliki tingkat ketahanan yang lebih rendah dibandingkan wanita yang memiliki kanker payudara stadium menengah. Namun keterlambatan diagnosa pada pria juga mungkin mempengaruhi perkembangan dan penanganannya.

Penyebab kanker payudara pada pria masih belum bisa dipastikan. Namun bisa juga dikarenakan oleh gen, usia tua, sejarah keluarga yang memiliki kanker, dan peminum berat. Tidak ada petunjuk resmi mengenai bagaimana mendeteksi kanker pada pria. American Cancer Society menyatakan bahwa pemeriksaan secara teratur pada pria belum tentu bisa membantu karena kasus kanker pada pria ini termasuk langka.

Namun pria yang memiliki sejarah keluarga yang pernah memiliki kanker diharapkan waspada. Kanker payudara pada pria biasanya muncul seperti benjolan di dekat puting. Perubahan bentuk atau warna pada puting juga bisa menjadi tanda-tandanya. Pria yang menemukan tanda-tanda ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Berjemur Bisa Turunkan Resiko Kanker Payudara

Berjemur Bisa Turunkan Resiko Kanker Payudara

 Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut
Berjemur Bisa Turunkan Resiko Kanker Payudara,- Banyaknya informasi yang menyebutkan bahaya paparan langsung sinar matahari bagi kulit membuat orang-orang takut berjemur. Tapi siapa sangka kalau berjemur selama tiga jam memiliki manfaat yang luar biasa yakni dapat menurunkan resiko kanker payudara.

Jika selama ini anda takut berjemur di bawah sinar matahari maka anda perlu mengetahui bahwa ternyata berjemur selama tiga jam setiap hari masih dalam taraf aman dan bagi para wanita dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker payudara sampai 50%.

Demikian kesimpulan yang diambil dari penelitian terhadap 3.101 orang penderita kanker payudara dan 3.471 orang wanita sehat.

Penelitian di lakukan di kanada dengan cara meminta para wanita tersebut berjemur selama beberapa jam setiap hari. Hasil penelitian menyebutkan bahwa rutinitas berjemur akan menghasilkan senyawa anti kanker yang kuat dan dapat merangsang tubuh memproduksi vitamin D dalam kulit tubuh.

Dan penelitian lebih lanjut dalam laboratorium menunjukkan bahwa sel-sel payudara memiliki kemampuan mengubah Vitamin D tersebut menjadi sejenis hormon yang bersifat anti kanker.

Hasil penelitian dipublikasikan dalam <em>American Journal of Epidemiology</em> dengan kesimpulan bahwa wanita yang berjemur dan mendapat sinar matahari yang cukup selama 21 jam selama seminggu pada masa remaja memiliki penurunan risiko terkena kanker payudara sampai 29% dibandingkan dengan mereka yang hanya berjemur selama satu jam saja.

Studi tersebut juga menunjukkan manfaat berjemur pada pria yang sama baiknya. Semakin sering seorang pria berjemur maka semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke yang mungkin diderita dikemudian hari.

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang ditakuti wanita. Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan bahwa satu dari delapan wanita saat ini mengidap kanker payudara. Kanker ini seperti jenis kanker lainnya umumnya tidak terdeteksi sampai ketika kanker telah menjalar ke organ tubuh yang lain dan menjadi sulit disembuhkan. Beberapa kanker payudara mengharuskan operasi dan pengangkatan payudara untuk menyelamatkan hidup penderita.

Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut
Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara,- Saat ini banyak wanita yang memiliki kebiasaan merokok. Uniknya, kebanyakan dari mereka merasa tak berisiko terkena penyakit karena hanya mengisap sedikit rokok dalam sehari. Padahal faktanya, hanya mengisap 100 batang rokok saja sudah bisa memberikan efek negatif pada tubuh wanita.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa mengisap 100 rokok saja dalam rentang waktu seumur hidup akan meningkatkan kemungkinan wanita terkena kanker payudara hingga 30 persen. Penelitian ini juga mengungkap bahwa wanita berusia 20 sampai 44 tahun yang mengisap satu pak rokok sehari selama 10 tahun berkemungkinan 60 persen lebih tinggi terkena kanker payudara.

Dr Christopher Li dari Fred Hutchinson Cancer Research Centre di Seattle menganalisis data dari wanita muda di area Great Seattle yang terdiagnosis kanker payudara antara tahun 2004 hingga 2010. Peneliti juga mengamati 938 wanita yang bebas kanker sebagai perbandingan, seperti dilansir oleh Daily Mail (10/02).

"Kupikir akan ada bukti yang berkembang bahwa kanker payudara adalah salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan merokok," ungkap Dr Li.

Dalam penelitian ini, wanita yang merokok berkemungkinan 30 persen lebih tinggi terkena kanker payudara. Penelitian ini mendefinisikan wanita perokok sebagai wanita yang pernah merokok 100 batang lebih. Sementara wanita yang merokok kurang dari 100 batang seumur hidup mereka dikategorikan sama dengan non-perokok.

Penelitian juga mengungkap bahwa wanita yang sudah merokok selama 15 tahun berkemungkinan 50 persen untuk mengalami kanker payudara. Sementara wanita yang merokok setidaknya satu pak dalam 10 tahun berisiko 60 persen lebih tinggi terkena kanker payudara.

Hasil ini tentunya bisa memberikan dorongan dan peringatan kembali bagi para wanita ataupun yang masih merokok. Ini satu lagi alasan untuk berhenti merokok sekarang juga!

Makan Daging Merah Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Makan Daging Merah Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut
Makan Daging Merah Tingkatkan Risiko Kanker Payudara,- Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang ditakuti oleh para wanita. Namun ada satu cara yang bisa lakukan wanita untuk menurunkan risiko kanker payudara. Salah satunya adalah menghindari konsumsi daging merah. Penelitian mengungkap bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak ikan, daging ayam, dan kacang-kacangan serta menghindari daging merah memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah mengamati 89.000 wanita berusia 26 sampai 45 tahun. Peneliti mengikuti para partisipan selama 20 tahun dan mengamati kaitan antara diet yang dilakukan partisipan dengan risiko mereka terkena kanker. Hingga akhir masa penelitian, sekitar 2.830 wanita menderita kanker payudara.

Wanita yang mengalami kanker payudara diketahui mengonsumsi banyak daging merah, hingga 1,6 porsi setiap hari. Mereka memiliki risiko kanker payudara 22 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi daging merah, sekitar 0,2 porsi setiap hari, seperti dilansir oleh Live Science (11/06).

"Satu porsi daging merah bisa meningkatkan risiko kanker payudara hingga 13 persen," ungkap peneliti.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rajin mengonsumsi daging ayam atau telur pada masa awal pertumbuhan juga menurunkan risiko kanker payudara pada wanita. Mengurangi satu porsi daging merah dan menggantinya dengan makanan berprotein tinggi bisa menurunkan risiko kanker payudara hingga 14 persen. Alternatif lain yang bisa dikonsumsi selain daging merah adalah kacang-kacangan, ikan, dan daging ayam.

Tak hanya kanker payudara, sebelumnya penelitian juga mengaitkan konsumsi daging merah dengan kanker lain seperti kanker usus besar. Peneliti berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh protein dalam daging merah yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker.

Sumber: Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut

Faktor Resiko Penyakit Kanker Payudara

Faktor Resiko Penyakit Kanker Payudara

 Obat Kanker Payudara Stadium Lanjut
Faktor Resiko Penyakit Kanker Payudara,- Tidak seperti kanker leher rahim yang dapat diketahui penyebab dan perjalanan penyakitnya secara jelas, penyakit kanker payudara belum dapat dijelaskan. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang berkaitan dengan peningkatan resiko atau kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara.

Faktor-faktor tersebut disebut sebagai faktor resiko. Perlu diingat, apabila seorang wanita memiliki faktor resiko, bukan berarti wanita tersebut pasti akan menderita kanker payudara, tetapi faktor tersebut akan meningkatkan kemungkinannya untuk menderita kanker payudara.

Faktor resiko yang utama selain riwayat penderita kanker dalam keluarga dan perubahan genetik, sebenarnya berkaitan dengan kondisi hormonal (peningkatan kadar hormon estrogen) yang disebabkan beberapa faktor berikut ini.

Faktor yang Berhubungan dengan Diet

Beberapa faktor yang meningkatkan peluang terjadinya kanker adalah peningkatan berat badan yang signifikan pada saat pasca menopause, diet ala barat yang tinggi lemak, dan konsumsi alkohol jangka panjang.

Sedangkan faktor resiko yang mempunyai dampak positif dalam artian memperkecil kemungkinan terjadinya kanker payudara adalah peningkatan konsumsi serat dan peningkatan konsumsi buah dan sayur.

Faktor Reproduksi

Faktor reproduksi terkait dengan beberapa hal seperti usia menstruasi awal dan siklus menstruasi. Menstruasi dini dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker payudara.

Resiko kanker payudara mengalami penurunan sekitar 10% setiap 2 tahun pada wanita yang mengalami keterlambatan usia menstruasi awal. Dalam suatu penelitian, siklus menstruasi yang kurang dari 26 hari atau lebih lama dari 31 hari selama usia 18-22 tahun juga diperkirakan mengurangi resiko kanker payudara.

Penelitian lain menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang pendek pada usia 30 tahun, terkait dengan penurunan resiko kanker payudara. Menopause yang terlambat juga turut meningkatkan resiko kanker payudara. Untuk setiap tahun usia menopause yang terlambat akan meningkatkan resiko kanker payudara sebesar 3%.
 
Usia Kehamilan Pertama

Resiko kanker payudara menunjukkan peningkatan seiring dengan peningkatan usia di mana seseorang mengalami kehamilan pertama terutama wanita yang mengandung pada usia di atas 35 tahun.

Hal ini diperkirakan karena adanya rangsangan pematangan sel-sel payudara yang disebabkan oleh kehamilan, membuat sel-sel lebih peka terhadap perubahan ke arah keganasan.

Dalam suatu penelitian ditemukan bahwa usia kehamilan pertama memiliki dampak yang lebih besar terhadap resiko kanker payudara dibandingkan kehamilan berikutnya.
 
Jumlah Kelahiran

Dalam suatu penelitian dilaporkan bahwa wanita yang belum melahirkan memiliki resiko sebesar 30% untuk mengembangkan kanker dibandingkan dengan wanita yang telah melahirkan.

Sementara, penelitian lain juga menunjukkan bahwa terdapat penurunan resiko kanker payudara dengan peningkatan jumlah kelahiran dibandingkan dengan wanita yang belum melahirkan.
 
Masa Menyusui

Menyusui sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, ternyata tidak hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga bagi sang ibu. Suatu penelitian menyebutkan bahwa menyusui mempunyai efek perlindungan terhadap resiko kanker payudara.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa waktu menyusui yang lebih lama mempunyai efek yang lebih positif dalam menurunkan resiko kanker payudara di mana terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan pengeluaran bahan-bahan pemicu kanker selama proses menyusui.

Penelitian lain juga menyebutkan semakin lama waktu menyusui, semakin besar efek perlindungan terhadap kanker yang ada, dan ternyata resiko kanker menurun sebesar 4,3% tiap tahunnya pada wanita menyusui.
 
Kontrasepsi Oral

Masih ada kontroversi sampai saat ini terkait peran kontrasepsi oral dalam perkembangan kanker payudara. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kontrasepsi oral memang berperan dalam meningkatkan faktor resiko kanker payudara secara signifikan pada wanita pramenopause, tetapi tidak pada wanita dalam masa pascamenopause.
 
Terapi Sulih Hormon

Untuk mengurangi gejala-gejala fisik dan non fisik yang mengganggu perempuan di masa menopause, saat ini tersedia terapi sulih hormon (TSH) untuk menggantikan hilangnya hormon estrogen yang sudah tidak dihasilkan ovarium saat wanita memasuki usia senja.

Namun, riset yang dilakukan terhadap lebih dari satu juta wanita di Inggris, terungkap bahwa mereka yang menunda 5 tahun sejak memasuki masa menopause untuk melakukan TSH memiliki insiden yang lebih kecil terhadap terjadinya kanker payudara. Sementara itu, mereka yang yang langsung memulai TSH ketika mengalami menopause, resikonya 43 persen lebih tinggi.

Apa manfaatnya jika kita mengetahui faktor resiko? Hampir semua kasus kanker payudara dapat diketahui dengan mengidentifikasi faktor-faktor resiko yang ada, seperti usia menstruasi pertama, riwayat penyakit payudara, serta usia saat menopause.

Dengan mengetahui faktor resiko yang ada, diharapkan akan memudahkan kita untuk mengidentifikasi apakah Anda tergolong beresiko tinggi atau tidak agar Anda dapat melakukan tindakan berarti untuk faktor resiko yang ada.